Hingga saat ini, pengembangan tersebut belum menjadi prioritas karena keterbatasan anggaran. Apabila riset tersebut dapat dijalankan, teknologi AI berpotensi memberikan manfaat besar, utamanya meningkatkan keterbacaan dan akurasi naskah secara objektif, sehingga pemanfaatannya dapat lebih luas menjangkau masyarakat nasional maupun internasional.

Perpusnas mencatat hingga bulan September 2026 sudah ada 261 naskah kuno Nusantara, baik yang dimiliki perseorangan atau lembaga yang telah didaftarkan dalam sistem Khazanah Pustaka Nusantara (Khastara).

Perpusnas mengajak masyarakat atau komunitas yang memiliki koleksi naskah kuno untuk secara aktif mendaftarkannya dalam sistem tersebut agar mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.