Pameran itu disebut akan mempertemukan pemimpin pemerintahan dan industri, kantor urusan haji, serta penyedia layanan dari berbagai sektor, termasuk penerbangan, transportasi, perhotelan, kesehatan, infrastruktur, teknologi, inovasi, ketenagakerjaan, investasi, dan pengembangan bisnis.
Rangkaian kegiatan juga mencakup forum khusus, diskusi panel, meja bundar, lokakarya, dan pertemuan bisnis. Berbagai kegiatan itu akan menjadi wadah untuk meluncurkan inisiatif dan kesepakatan serta memperkenalkan solusi dan inovasi baru dalam layanan haji.
Kementerian Haji dan Umrah menyatakan seluruh rangkaian kegiatan ditujukan untuk memperkuat koordinasi di antara berbagai pihak dalam sistem layanan haji, membangun kemitraan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
Konferensi dan pameran serupa sebelumnya menghadirkan lebih dari 204.000 pengunjung dan 270 peserta pameran dari lebih dari 150 negara. Kegiatan tersebut juga menggelar 134 sesi khusus dan lokakarya serta melibatkan lebih dari 2.600 peserta dari berbagai negara dalam berbagai program pelatihan.
Kementerian Haji dan Umrah mengundang organisasi, tenaga ahli, serta pihak lain yang berkepentingan untuk mendaftar dan berpartisipasi dalam konferensi dan pameran edisi keenam tersebut.