NADIKABAR.COM — Arab Saudi akan menggelar Konferensi dan Pameran Haji keenam di Jeddah pada 8–11 November 2026 sebagai upaya awal untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah Haji 2027, serta upaya meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.
Menurut Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di situs web mereka, Minggu (4/10), konferensi tersebut akan mempertemukan lebih dari 520 organisasi yang terlibat dalam penyediaan layanan bagi jemaah haji, baik dari Arab Saudi maupun berbagai negara.
Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Program Pengalaman Jemaah (Pilgrim Experience Program) tersebut merupakan bagian dari agenda transformasi ekonomi Arab Saudi melalui Vision 2030.
Konferensi yang berada di bawah patronasi Raja Salman itu akan mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku usaha, serta perwakilan sektor nirlaba untuk membahas berbagai kebutuhan dan tantangan dalam penyelenggaraan haji.
Kementerian Haji dan Umrah mengatakan konferensi tersebut menjadi bagian penting dari persiapan awal untuk musim haji 2027.
Forum itu akan memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk menyelesaikan kontrak, membahas persoalan operasional dan regulasi, mempresentasikan inisiatif dan solusi, membangun kemitraan, serta meningkatkan kesiapan penyelenggaraan haji.
Konferensi juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dalam ekosistem layanan haji, mendukung kemitraan antar-pemangku kepentingan, dan meningkatkan mutu layanan yang diberikan kepada jemaah.
Sebagai sebuah forum global, kegiatan tersebut akan mempertemukan pejabat, pengambil kebijakan, dan para spesialis dari berbagai negara untuk berbagi keahlian, membahas praktik penyelenggaraan haji, serta menawarkan solusi terhadap kebutuhan layanan jemaah.
Program konferensi akan terbagi dalam tiga jalur utama. Jalur pertama berfokus pada infrastruktur dan layanan operasional, termasuk transportasi dan logistik, pengelolaan infrastruktur dan fasilitas, akomodasi dan perhotelan, serta penyediaan makanan.
Jalur kedua membahas aspek pendukung dan integrasi, meliputi keamanan dan keselamatan, layanan kesehatan, media dan komunikasi, serta teknologi dan inovasi.
Sementara itu, jalur ketiga akan berfokus pada pembangunan berkelanjutan, termasuk pengembangan sektor nirlaba, kewirausahaan, pelatihan dan pengembangan profesional, serta berbagai upaya untuk meningkatkan pengalaman jemaah selama melaksanakan ibadah haji.
Selain konferensi, akan digelar juga pameran khusus di area seluas lebih dari 67.000 meter persegi yang menampilkan organisasi serta penyedia layanan dan solusi dari lebih dari 150 negara.
Pameran itu disebut akan mempertemukan pemimpin pemerintahan dan industri, kantor urusan haji, serta penyedia layanan dari berbagai sektor, termasuk penerbangan, transportasi, perhotelan, kesehatan, infrastruktur, teknologi, inovasi, ketenagakerjaan, investasi, dan pengembangan bisnis.
Rangkaian kegiatan juga mencakup forum khusus, diskusi panel, meja bundar, lokakarya, dan pertemuan bisnis. Berbagai kegiatan itu akan menjadi wadah untuk meluncurkan inisiatif dan kesepakatan serta memperkenalkan solusi dan inovasi baru dalam layanan haji.
Kementerian Haji dan Umrah menyatakan seluruh rangkaian kegiatan ditujukan untuk memperkuat koordinasi di antara berbagai pihak dalam sistem layanan haji, membangun kemitraan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
Konferensi dan pameran serupa sebelumnya menghadirkan lebih dari 204.000 pengunjung dan 270 peserta pameran dari lebih dari 150 negara. Kegiatan tersebut juga menggelar 134 sesi khusus dan lokakarya serta melibatkan lebih dari 2.600 peserta dari berbagai negara dalam berbagai program pelatihan.
Kementerian Haji dan Umrah mengundang organisasi, tenaga ahli, serta pihak lain yang berkepentingan untuk mendaftar dan berpartisipasi dalam konferensi dan pameran edisi keenam tersebut.