NADIKABAR.COM — Pertamina bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) mulai mengembangkan pengumpulan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program percontohan tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang usaha baru bagi koperasi dan masyarakat.
Program tersebut diluncurkan melalui kerja sama PT Pertamina Patra Niaga dan Kemenkop di KDMP Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (29/10). Peluncuran ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) kedua pihak.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan pengumpulan minyak jelantah menjadi salah satu upaya menghubungkan potensi sumber daya domestik dengan kebutuhan industri energi nasional.
"Dari dapur warga, kita bangun fondasi pasokan. Melalui koperasi, kita perkuat pengumpulan. Dan dengan kapabilitas Pertamina dari hulu hingga hilir, kita jadikan minyak jelantah bagian dari solusi energi berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10).
Ia melanjutkan, Pertamina berupaya menghubungkan potensi sumber daya domestik dengan kebutuhan industri energi. Ia juga menyambut baik kolaborasi strategis bersama Kemenkop.
Menurut Simon, Pertamina telah mampu mengolah UCO menjadi bahan bakar avtur nabati (sustainable aviation fuel/SAF). Bahan bakar tersebut telah melalui serangkaian uji terbang ketat sejak beberapa tahun lalu.
Uji terbang awal dilakukan dengan pesawat CN235, kemudian dilanjutkan bersama maskapai Garuda Indonesia. Pada 2025, Pertamina melakukan uji terbang komersial perdana pada penerbangan Pelita Air dari Jakarta menuju Denpasar.
"Bagi saya, ini bukan sekadar program pengumpulan minyak jelantah. Ini adalah contoh bagaimana gotong royong masyarakat, kekuatan koperasi, inovasi perguruan tinggi, dan kemampuan industri nasional dapat saling terhubung untuk menciptakan nilai," kata dia.