NADIKABAR.COM — Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan menjadi faktor penting bagi perusahaan energi. Untuk mendukung hal tersebut, PT Pertamina (Persero) mengembangkan Pertamina Digital Hub yang berperan menjadi pusat monitoring, surveillance dan optimalisasi perusahaan berbasis data terintegrasi, serta untuk meningkatkan sinergi dalam pengelolaan crisis & business continuity.

Pengambilan keputusan strategis di industri energi kini tidak lagi mengandalkan asumsi semata, melainkan berpijak pada validasi data secara real-time. Melalui implementasi Data-Driven Decision Making, Pertamina Digital Hub menempatkan data sebagai aset berharga yang akan melandasi setiap kebijakan operasional dan bisnis.

Pendekatan ini memungkinkan manajemen mengidentifikasi tren, memprediksi potensi risiko operasional, serta merespons dinamika pasar secara lebih presisi. Dengan visibilitas data yang terintegrasi dari hulu ke hilir, Pertamina mampu meminimalisasi ketidakpastian, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan memastikan setiap langkah strategis memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan serta ketahanan energi nasional.

Transformasi digital kini menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan industri energi. Pemanfaatan teknologi berbasis data, sistem terintegrasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membantu perusahaan energi meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Keberhasilan transformasi digital di Pertamina Digital Hub tidak lepas dari penguatan kapabilitas Data Analytics. Pengolahan data skala besar (big data) dilakukan secara berjenjang-mulai dari deskriptif, diagnostik, hingga preskriptif-guna mengurai kompleksitas rantai nilai energi Pertamina.

Melalui Pertamina Digital Hub, berbagai data operasional dari lini bisnis Pertamina diolah dan diintegrasikan sehingga membantu manajemen memperoleh gambaran kondisi perusahaan secara lebih menyeluruh. Solusi digital & analitik ini menjadi bagian dari transformasi digital Pertamina dalam memperkuat koordinasi lintas subholding sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan energi nasional.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan skala bisnis Pertamina yang mencakup seluruh rantai energi membuat pemanfaatan teknologi digital dan AI menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan.

"Bisnis Pertamina yang sangat besar, mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari pencarian minyak, mengolahnya hingga bagaimana mendistribusikannya ke seluruh pelosok Indonesia, tentu memerlukan dukungan penggunaan teknologi digital dan AI," kata Baron.

Menurut Baron, pemanfaatan teknologi digital dan AI tidak hanya mendukung peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga membantu Pertamina menjalankan tugas menjaga ketahanan energi nasional.