NADIKABAR.COM — Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mendorong penerapan ekonomi sirkular di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melalui pengolahan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu menghasilkan omzet briket Rp720 juta per tahun sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program inovasi sosial Kang Ebit: SIMPEL (Sistem Pertanian Terintegrasi Pengelolaan Limbah) di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak.

"Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang mendorong kemandirian masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal," kata Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi dalam keterangan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Inovasi sosial Kang Ebit: SIMPEL menggabungkan peningkatan produktivitas pertanian dengan pemanfaatan limbah menjadi briket, asap cair untuk pestisida organik dan biochar sebagai pupuk organik.

Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga telah memfasilitasi pemanfaatan 205 ton limbah pertanian menjadi produk bernilai guna dengan omzet produksi briket meningkat 114 persen dari Rp336 juta pada 2025 menjadi Rp720 juta per tahun pada 2026.