Peningkatan produktivitas ini pun mendorong omzet petani naik 76 persen, dari rata-rata Rp850 ribu menjadi Rp1,5 juta per bulan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.
“Integrasi pertanian produktif dan pengolahan limbah diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban Anthon Tri Laksono mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu menyinergikan peningkatan nilai ekonomi limbah dengan upaya meminimalkan risiko pencemaran lingkungan.
Ibnu Fajar, masyarakat Desa Kapu, menilai inovasi ini membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengubah limbah panen yang sebelumnya tidak termanfaatkan menjadi sumber pendapatan.
“Produktivitas pertanian meningkat, sementara limbah hasil panen yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini memiliki nilai ekonomi," kata Ibnu.