Pengembangan usaha tersebut juga didukung pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang mampu menghemat biaya listrik hingga Rp6,8 juta per tahun dan mengurangi emisi sebesar 5,9 ton karbon dioksida ekuivalen per tahun.

Sementara pengolahan limbah berkontribusi menekan emisi sebesar 44,3 ton karbon dioksida ekuivalen per tahun.

"Program Kang Ebit: SIMPEL mendorong kemandirian masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," kata Ahad.

Fuel Terminal Manager Tuban Aan Nurochman menjelaskan program itu turut mengoptimalkan dua sumur bor yang sebelumnya terbengkalai melalui penerapan irigasi tetes, irigasi komunal, dan fertigasi.

Hal itu, kata Aan, membuat 25 petani Kelompok Tani Boro Tani Makmur yang mengelola lahan 3,5 hektare dapat meningkatkan frekuensi panen dari satu hingga dua kali menjadi tiga hingga empat kali per tahun.