"Tanggung jawab ini menjadi bagian dari komitmen PGE untuk terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan sinergi kuat tim redaksi pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, PGE akan melaksanakan mandat ini agar dapat mengubah potensi panas bumi Cubadak Panti menjadi manfaat yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat," ungkap Achmad Yani.

Pada momentum IIGCE 2026, Pertamina melalui PGE juga meluncurkan buku bertajuk Menjaga Masa Depan Energi Bangsa: 100 Tahun Panas Bumi Indonesia. Buku tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ahmad Yani kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari peringatan satu abad perjalanan panas bumi Indonesia.

Buku tersebut mengulas sejarah perkembangan panas bumi nasional yang berawal dari sumur KMJ-3 di Kamojang pada 1926. Sumur tersebut secara konsisten menghasilkan uap kering dan menjadi salah satu tonggak awal perkembangan industri panas bumi Indonesia. Melalui buku ini, perjalanan panjang industri panas bumi nasional, dinamika pengembangannya, hingga peluang panas bumi sebagai energi masa depan Indonesia didokumentasikan.

Dengan berbagai upaya tersebut, memperkuat peran Pertamina Group dalam mendukung transisi energi nasional dan menjaga ketahanan energi Indonesia.