Program yang menjangkau 135 penerima manfaat ini menjadikan alam sebagai ruang belajar bagi anak-anak pesisir. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga belajar mengenal ekosistem mangrove, menjaga lingkungan, mengembangkan kreativitas, serta memahami potensi ekonomi di wilayah tempat mereka tumbuh.

Dari aspek lingkungan, program ini telah mendukung penanaman 4.500 bibit mangrove untuk rehabilitasi pesisir, dengan potensi penyimpanan karbon sebesar 80,763 ton CO₂ per hektare. Pada aspek pendidikan, sebanyak 1.772 peserta telah terlibat dalam 11 kegiatan pembelajaran pesisir, dengan 860 kunjungan per tahun ke destinasi edukasi mangrove dan pesisir.

Sementara itu, dari aspek ekonomi, program menghasilkan tambahan pendapatan kelompok berbasis potensi lokal sebesar Rp 24 juta per tahun dan efisiensi biaya energi sebesar Rp 6,6 juta per tahun melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Program ini juga memperkuat kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan pesisir.