"Rata-rata produksi yang sebelumnya kami dampingi itu di 6,5 ton, saat ini kelompok tani pada saat panen, produksi GKP, gabah kering panennya itu di angka 8,5 sampai 11 ton bahkan," terang Taufiq.
Pada akhirnya, Taufiq mengatakan program yang pada awalnya dilakukan sebagai uji coba pada lahan pertanian seluas satu hektar dengan sepuluh petani tersebut kini terus berkembang luas. Pada musim tanam kedua, Pertamina EP Jatibarang Field telah mendampingi sekitar 60 petani yang terbagi ke dalam enam kelompok tani di Desa Jatisura dengan total luas lahan garapan mencapai 114 hektar.
"Kalau sampai kapan program ini dijalankan, ya harapan kami ketika ilmu ini sudah bisa kita transfer kepada masyarakat dan ketika ada bukti yang nyata," ucap Taufiq.
"Kita melihat dari musim tanam pertama itu baru 10 orang. Kemudian di musim tanam kedua, ketika melihat hasil di musim tanam pertama, yang 10 orang ini tuh dengan biaya perawatan yang rendah tapi dengan hasil yang ternyata 30 - 50% lebih tinggi, sehingga di musim tanam kedua banyak juga kelompok tani yang siap untuk beralih," pungkasnya.