Tak hanya bagi warga yang telah memiliki pengalaman kerja, gelaran ini juga menjadi kesempatan bagi anak muda untuk mulai membangun rekam jejak profesional.

Hal itu dirasakan Feri Zon Lahardi (20), pemuda asal Sakra Barat, Lombok Timur, yang memanfaatkan masa libur kuliah untuk bekerja paruh waktu dalam gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Ia mendapat informasi lowongan pekerjaan dari temannya. Setelah mendaftar dan mengikuti wawancara, ia menjalani pelatihan selama dua hari sebelum mulai bertugas.

Feri bekerja selama 12 jam, mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WITA. Selain mendapatkan penghasilan tambahan untuk membantu membayar uang kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia juga memperoleh pengalaman baru yang dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.

"Saya cuma pengen cari pengalaman saja. Mumpung lagi muda, biar ada banyak pengalamannya buat nambah CV nanti," ujar Feri.

Kesempatan bekerja di ajang internasional itu juga memberinya ruang untuk berinteraksi dengan wisatawan mancanegara. Kemampuan berbahasa Inggris yang dimilikinya menjadi salah satu keterampilan yang mendukung pekerjaannya.

"Pastinya saya sangat bangga bisa mengikuti event internasional ini dan sangat senang sekali bisa dapat banyak teman, banyak dapat pengalaman, apalagi bisa ngobrol dengan bule-bule. Saya harap sih gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia lancar-lancar dan terus ada tiap tahunnya," pungkasnya.

Kisah Essenza, Lia, Elyani, dan Feri menunjukkan kehadiran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga kelas dunia, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memperoleh penghasilan dan pengalaman kerja. Manfaat ini menjadi bagian dari peluang ekonomi yang tumbuh seiring penyelenggaraan ajang internasional di Mandalika.