NADIKABAR.COM — PT Pertamina Patra Niaga memastikan program penyaluran bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jerigen di sejumlah SPBU dilakukan secara aman dan langsung dimasukkan ke tangki kendaraan warga untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan.

"Jadi untuk jerigen ke pelanggan langsung, upaya kami untuk jemput bola ke SPBU dengan titik antrean kepadatan tertinggi," kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi di Denpasar, Jumat.

Ahad menjelaskan penyaluran khusus dalam program Pertamina Delivery Service (PDS) tersebut dirancang secara ketat agar setiap tetes bahan bakar yang dibawa menggunakan wadah portabel benar-benar diterima langsung oleh pengendara di lokasi SPBU sasaran.

Jerigen yang berisi masing-masing 3 liter pertalite hanya dituangkan ke tangki, dan wadahnya diambil kembali.

"Langsung ke tangki kendaraan," ucapnya menegaskan.

Langkah jemput bola itu sendiri diperluas secara masif untuk memecah antrean BBM yang mengular di berbagai titik jalur distribusi wilayah Bali.

"Jadi per kemarin tanggal 15, kami kirimkan ke empat titik SPBU dan per hari ini tanggal 16 sudah ke 15 titik SPBU," ujar Ahad menjelaskan eskalasi penanganan di lapangan.

Pertamina berharap perluasan titik layanan ini mampu mempercepat proses pelayanan bagi masyarakat luas yang membutuhkan pasokan energi harian.

Adapun total volume pasokan BBM yang dialirkan melalui skema PDS khusus tersebut masing-masing mencapai 5 ribu-7 ribu liter di setiap titik operasional yang disasar.

Sejauh ini titik-titik pelayanan distribusi alternatif tersebut tersebar di sejumlah kawasan strategis termasuk SPBU Teras Ayung, Nangka Utara, Kesiman, Trenggana, Hayam Wuruk, Antasura, Renon, hingga Imam Bonjol.

Lokasi dan kapasitas pembelian BBM jerigen ini terus dievaluasi agar dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain penyaluran jerigen, Pertamina juga menempuh berbagai strategi untuk meredam krisis pasokan BBM dan menormalkan kembali situasi distribusi energi di Pulau Dewata.

PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan percepatan dengan menyediakan layanan perpanjangan jam operasional di SPBU selama 24 jam penuh di 66 lokasi.

Dalam percepatan pengisian BBM di SPBU, Pertamina bersama Pemprov Bali turut memberlakukan pembatasan volume pembelian harian bagi konsumen.

Pengisian BBM untuk kendaraan roda empat maksimum diberikan sebanyak 20 liter, sedangkan kendaraan roda dua maksimum diberikan sebanyak 3 liter.

Ahad menyampaikan aturan pembatasan volume pembelian serta layanan BBM jerigen berlaku sampai dengan situasi kembali normal atas arahan langsung dari Gubernur Provinsi Bali.

Seluruh rangkaian percepatan penanganan antrean BBM ini ditargetkan mampu memulihkan situasi dalam waktu singkat menjelang akhir pekan.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melakukan pembelian bahan bakar sesuai dengan kewajaran serta kebutuhan nyata sehari-hari.