"Jadi kami paham bahwa dengan semakin tingginya konsumsi BBM maupun LPG PSO itu juga otomatis berdampak kepada beban negara terhadap penggunaan APBN untuk subsidi dan kompensasi," tambah Eko.

Sebelumnya, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi volume LPG 3 kg pada 2025 mencapai 8,52 juta metrik ton. Angka ini naik dari kuota APBN sebesar 8,17 juta metrik ton. Sementara pada 2024, volume realisasi LPG 3 kg mencapai 8,23 juta metrik ton. Realisasi tersebut sudah melebihi kuota APBN 2024 mencapai 8,03 juta metrik ton.