"Begitu menerima informasi kondisi darurat, awak MT Mauhau segera bergerak membantu penyelamatan para korban. Pagi ini, seluruh korban telah kami serahkan kepada Basarnas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dan ini merupakan wujud semangat kemanusiaan insan Pertamina untuk selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan," ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Setelah proses serah terima selesai, MT Mauhau melanjutkan pelayaran menuju Tuban. Kapal berangkat dari OB Banjarmasin pada 14 September pukul 13.30 LT dan dijadwalkan tiba di Tuban pada 15 September 2026 pukul 16.00 LT. Seluruh 21 awak kapal dalam kondisi aman dan sehat.

Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen mendukung keselamatan pelayaran melalui kesiapsiagaan, respons cepat, serta koordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait dalam menghadapi situasi darurat.