Lebih lanjut, Emma menuturkan bahwa integrasi bisnis Pertamina memberikan perusahaan peran signifikan di seluruh rantai nilai CCS, mulai dari sumber emisi, penangkapan, pencairan (liquefaction), pengangkutan laut, hingga injeksi penyimpanan dan monetisasi karbon.
Saat ini Pertamina mengidentifikasi sekitar 13 lokasi studi CCS/CCUS yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi, dengan potensi kapasitas penyimpanan CO₂ mencapai 7,3 GigaTon (GT). Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah CCS Hub Asri Basin yang memiliki potensi kapasitas penyimpanan hingga 2,9 GT untuk menampung emisi domestik maupun regional.
"CCS merupakan salah satu kunci utama dekarbonisasi operasional dan perluasan portofolio rendah karbon Pertamina. Untuk menekan biaya unit CCS, kami menerapkan konsep penggunaan infrastruktur bersama (shared infrastructure) melalui regional hub, sehingga para penghasil emisi karbon dapat berbagi sarana penyimpanan," jelas Emma.