Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan pengembangan CCS/CCUS menjadi bagian dari langkah Pertamina membangun bisnis rendah karbon dengan memanfaatkan kapabilitas terintegrasi Pertamina Group dari hulu hingga hilir.

Guna mengakselerasi ekosistem CCS yang bernilai komersial (economically viable), Pertamina menekankan pentingnya kolaborasi lintas industri, kepastian skema pendanaan proyek (project financing), serta dukungan regulasi, baik regulasi domestik, insentif fiskal, perizinan yang ringkas, maupun keselarasan standar bilateral antar negara, termasuk sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) untuk mendukung transfer karbon lintas batas.

"Dengan potensi penyimpanan karbon yang besar, Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pengembangan CCS di kawasan. Pertamina terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan mitra strategis agar potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia sekaligus mendukung target dekarbonisasi," tutup Baron. (akn/ega)