NADIKABAR.COM — PT Pertamina (Persero) mendorong penguatan kolaborasi strategis antarnegara ASEAN untuk meningkatkan ketahanan energi regional. Dorongan itu muncul di tengah tantangan pengelolaan aset migas, kebutuhan investasi, dan keberlanjutan pasokan energi.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam rangkaian agenda 51st ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE). Acara bertema Strengthening Resilience Through Collaboration itu digelar di The Meru, Sanur, Bali, Senin (26/10).
Pada kesempatan tersebut Simon menuturkan, ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan saat ini. Menurut dia, ketahanan energi juga mencakup keberlanjutan pasokan untuk generasi mendatang.
"Di sektor energi, ketahanan berarti memastikan bahwa sistem yang kita andalkan saat ini mampu terus memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung perekonomian, dan melayani generasi mendatang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).
Dalam kesempatan itu, Simon juga mengangkat tema Nusantara in Harmony untuk menekankan pentingnya kerja sama di tengah keberagaman negara ASEAN. Dirinya mengibaratkan kolaborasi seperti orkestra, yakni setiap instrumen memiliki peran berbeda tetapi saling melengkapi.
"Hal yang sama berlaku bagi komunitas energi regional kita. Kekuatan kita bukan terletak pada upaya menjadikan setiap negara sama, melainkan pada kemampuan untuk mendorong setiap negara menyumbangkan keunggulan dan kapasitas uniknya demi mencapai tujuan bersama," jelas dia.