Upaya tersebut dilakukan agar aset migas tetap menarik bagi investor dan produksi dapat berlanjut lebih lama. Dengan begitu, keberlanjutan industri tetap terjaga.
Di sisi lain, pengelolaan akhir masa operasi, termasuk pembongkaran fasilitas, perlu dilakukan secara aman, bertanggung jawab, dan efisien dari sisi biaya.
"Dengan berbagi bukti, data, dan pengalaman di lingkungan ASCOPE, kita dapat membantu setiap anggota mengambil keputusan yang lebih baik terkait aset masing-masing serta mengubah pengetahuan di tingkat regional menjadi hasil yang nyata," papar dia.
Menurut Henricus, tantangan pengelolaan aset migas merupakan persoalan bersama. Persoalan itu membutuhkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara.
Maka dari itu, forum EPTF menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mendiskusikan tantangan operasional dan mengajukan pertanyaan kritis. Peserta juga dapat membangun jejaring yang mendukung penyelesaian persoalan industri pada masa mendatang.
Melalui ASCOPE, Henricus berharap kolaborasi regional terus menghasilkan pertukaran pengetahuan dan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi aset migas, mendorong investasi, dan menjaga keberlanjutan industri energi demi memenuhi kebutuhan kawasan.