"Hal yang sama berlaku bagi komunitas energi regional kita. Kekuatan kita bukan terletak pada upaya menjadikan setiap negara sama, melainkan pada kemampuan untuk mendorong setiap negara menyumbangkan keunggulan dan kapasitas uniknya demi mencapai tujuan bersama," jelas Simon.

Simon menambahkan, selama lebih dari lima dekade, ASCOPE telah menjadi wadah bagi institusi energi di kawasan untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama. Simon juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, anggota ASCOPE, serta para mitra atas dukungan dan komitmen mereka dalam memperkuat kolaborasi energi regional.

"Kepada rekan-rekan pemerintah, terima kasih atas arahan dan dukungan yang terus diberikan. Kepada sesama anggota ASCOPE dan para mitra, terima kasih telah hadir serta atas kepercayaan dan komitmen yang Anda berikan kepada komunitas ini," jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, ASCOPE Secretary in Charge (ASIC), Henricus Herwin menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengoptimalkan pengelolaan aset hulu minyak dan gas bumi (migas). Hal itu disampaikan dalam forum Exploration and Production Task Force (EPTF), bagian dari rangkaian ASCOPE yang mempertemukan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan, pengaturan, dan perencanaan kegiatan hulu migas di negara-negara ASEAN.

Henricus menjelaskan industri hulu migas menghadapi tantangan untuk mempertahankan produktivitas lapangan yang telah beroperasi selama puluhan tahun sekaligus mendorong investasi eksplorasi baru. Upaya tersebut dilakukan agar aset migas tetap menarik bagi investor, produksi dapat berlanjut lebih lama, dan keberlanjutan industri tetap terjaga.