Kemudian di Sulawesi Utara, ada penambahan 11 mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas 200 KL, sementara operasional Integrated Terminal (IT) Bitung diperpanjang menjadi 24 jam. Adapun di Lampung, penguatan distribusi dilakukan melalui penambahan 20 mobil tangki dengan kapasitas 320 KL serta pengalihan pasokan dari IT Palembang sebesar 120 KL.

"Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Secara nasional, Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang menjadi perhatian, mengalihkan pasokan dari terminal penyangga apabila diperlukan, serta mengatur jadwal mobil tangki berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah. Pemantauan dilakukan hingga BBM diterima dan dibongkar di SPBU guna memastikan proses distribusi berjalan optimal.