NADIKABAR.COM — PT Pertamina Patra Niaga menyatakan antrean kendaraan yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di tiga wilayah yakni Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara telah kembali terkendali. Sementara untuk antrean di Lampung dan Gorontalo terus menunjukkan tren penurunan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan pihaknya terus memperbanyak penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan mengoptimalkan pelayanan di SPBU untuk menjaga kelancaran pasokan kepada masyarakat.
Penguatan distribusi dilakukan melalui penambahan armada dan optimalisasi operasional terminal. Di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga menambah 41 mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas total 1.184 kiloliter (KL). Pihak Kitty juga mengoperasikan sejumlah terminal selama 24 jam, serta mengoptimalkan layanan di 17 SPBU yang beroperasi 24 jam.
Kemudian di Sulawesi Utara, ada penambahan 11 mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas 200 KL, sementara operasional Integrated Terminal (IT) Bitung diperpanjang menjadi 24 jam. Adapun di Lampung, penguatan distribusi dilakukan melalui penambahan 20 mobil tangki dengan kapasitas 320 KL serta pengalihan pasokan dari IT Palembang sebesar 120 KL.
"Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Secara nasional, Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang menjadi perhatian, mengalihkan pasokan dari terminal penyangga apabila diperlukan, serta mengatur jadwal mobil tangki berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah. Pemantauan dilakukan hingga BBM diterima dan dibongkar di SPBU guna memastikan proses distribusi berjalan optimal.
"Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, antara lain melalui pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait," lanjut Kitty.
Selain memperkuat pasokan, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan pengawasan distribusi dan pengaturan antrean di SPBU. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi serta memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Perusahaan akan terus memantau perkembangan pasokan dan kondisi SPBU serta menyesuaikan langkah operasional berdasarkan kebutuhan di lapangan agar distribusi dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.