"Prospek untuk tahun 2027 kian rumit akibat ancaman tekanan inflasi lanjutan. Kecuali krisis di Timur Tengah tuntas dalam waktu dekat, lonjakan biaya energi dan transportasi bakal terus mencekik biaya hidup serta keuangan rumah tangga, di saat kepercayaan konsumen sedang berada di titik nadir," ujarnya.
Namun yang menjadi perhatian di balik angka tersebut, sejumlah raksasa ekonomi Eropa yang selama ini menjadi pilar utama pertumbuhan kawasan justru mengalami tekanan yang cukup besar.
Sebagai contoh ekonomi Prancis secara tak terduga mengalami kontraksi sebesar 0,1% sepanjang periode Juli hingga September 2026. Negeri Mode ini tengah berdarah-darah menghadapi lonjakan biaya pinjaman setelah para investor kabur di tengah krisis politik dan demonstrasi.
Pemerintah Prancis saat ini tengah berupaya memangkas defisit anggaran yang membengkak serta tumpukan utang nasional. Namun situasi malah semakin parah imbas gelombang protes nasional akibat mahalnya biaya hidup sepanjang Oktober ini, yang beberapa kali berujung pada kerusuhan berdarah dan kerugian masif.