Sementara itu, Jerman sebagai ekonomi terbesar di zona euro juga hanya mampu tumbuh tipis 0,2% pada kuartal III-2026. Italia yang sering menjadi ekonomi terbesar ketiga di blok tersebut harus puas dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang stagnan alias O%.

Di sisi lain, Spanyol justru tergolong cukup baik dengan pertumbuhan 0,6%. Padahal, negara ini juga sempat diguncang demonstrasi masif soal mahalnya biaya hidup dan krisis perumahan yang memaksa digelarnya pemilu mendadak bulan depan.

Kuatnya pasar tenaga kerja, sektor pariwisata, permintaan domestik, dan posisi fiskal membuat Spanyol saat ini konsisten berada di atas rata-rata negara zona euro lainnya.

Irlandia mencatatkan angka pertumbuhan yang sangat fantastis yakni 5,5%. Namun, angka PDB Irlandia terkenal sangat fluktuatif karena banyak dipengaruhi oleh 'lalu-lalang' perusahaan multinasional raksasa yang beroperasi di luar negeri namun berkedudukan di sana.