Bahkan, tim verifikator Kemnaker tidak segan-segan mencoret perusahaan dengan alamat fiktif yang mencurigakan. Untuk itu, Yassierli menyebut pihaknya membuat mekanisme seleksi verifikasi dimana perusahaan yang sudah terdata dalam program ini diprioritaskan untuk menjadi penyalur di batch selanjutnya.
"Dan yang tidak jelas administrasi, lokasi dicek pakai Google Maps nampaknya alamatnya di-X, dicari oleh tim verifikator, tahu-tahu lokasinya ada di tengah hutan, coret, dan seterusnya. Inilah mekanisme yang kita lakukan karena kita ingin program ini sukses, kita ingin program ini benar-benar memberikan terbaik buat anak-anak bangsa terbaik," beber ia.