NADIKABAR.COM — Perusahaan yang terafiliasi dengan entitas terduga pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia buka suara. Ini menyusul pernyataan pemerintah Singapura yang sebelumnya merilis daftar perusahaan diduga penyebab karhutla.

Langkah ini merespons tindakan Badan Lingkungan Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA) yang menerbitkan surat peringatan kepada tujuh perusahaan pada Jumat (16/10) lalu.

Melalui analisis peta, data meteorologi, dan citra satelit, NEA mewajibkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mencegah penyebaran api dan menyerahkan rencana detail pengendalian situasi di lapangan.

Dua dari tujuh perusahaan penerima surat tersebut adalah PT Bumi Andalas Permai dan PT Bumi Mekar Hijau yang mengoperasikan perkebunan di Sumatra Selatan.

Keduanya tercatat sebagai pemasok untuk APP Group, salah satu raksasa industri yang bergerak di bidang pulp dan kertas.