Sejak pertama kali dijalankan pada 2018, BUMA School terus berkembang sebagai salah satu inisiatif andalan BUMA dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi di Indonesia.

Hingga saat ini, BUMA School telah menjangkau 2.236 siswa, melibatkan dan meningkatkan kapasitas 32 guru, serta berkolaborasi dengan 16 SMK di 7 provinsi. Program ini juga memperkuat kapasitas sekolah dan tenaga pendidik sehingga transfer pengetahuan dan praktik industri dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Oktavian Dwi S, salah satu alumni BUMA School yang kini bekerja sebagai mekanik di BUMA, mengungkapkan, bahwa BUMA School menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya.

"Program tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri saya untuk memasuki dunia kerja melalui pembelajaran langsung dari para praktisi industri. Pemahaman mengenai disiplin, kerja sama tim, serta standar keselamatan dan prosedur kerja yang diperoleh selama program sangat membantu saya beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional," bebernya.

Dampaknya berlanjut hingga setelah para peserta menyelesaikan program. Hingga saat ini, lebih dari 400 alumni BUMA School telah terserap di BUMA maupun perusahaan lainnya, menunjukkan peran kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam memperkuat kesiapan kerja para lulusan pendidikan vokasi.

Pada tahun ini, BUMA kembali melanjutkan pelaksanaan program melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan empat SMK, yaitu SMK Negeri 1 Balikpapan, SMK Negeri 1 Singosari, SMK Swasta Warga Solo, dan SMK Swasta Tabalong sebagai mitra penyelenggara program BUMA School untuk tahun ajaran 2026/2027.