Sadam mengaku pihaknya hingga kini belum menerima pemanggilan terkait laporan tersebut.
"Persoalan itu belum juga kami dipanggil. Jadi kami mengira kami juga tidak tahu kalau ada lapor balik. Tapi yang pastinya ketika ada pemanggilan, kami juga akan mengikuti prosedur yang ada," ujarnya.
Terkait kondisi DYP setelah adanya laporan balik tersebut, Sadam mengatakan pihaknya masih berfokus memperjuangkan hak kliennya. Dia kembali meminta pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut untuk memberikan keterangan secara jujur.
"Sampai saat ini kan DYP ini kan klien kami ini kan korban, ya. Kami berasumsi dia adalah korban. Maka kami akan berjuang dulu, dengan hak dia sebagai korban. Siapapun kalian di luar sana, yang ada pada kejadian itu, tolong niatkan dirimu untuk berkata jujur. Jangan berbohong secara terus-menerus," ujarnya.
Sadam mengatakan pihaknya juga tengah mempersiapkan kajian strategis serta menghimpun sejumlah organisasi pemuda dan organisasi yang fokus terhadap isu perempuan dan pelecehan.
"Jadi ini adalah bentuk walaupun kami laki-laki, kami sangat berempati. Kami empati dan kami menjunjung emansipasi wanita dan perlindungan terhadap wanita," pungkasnya.