"Katanya ditunda sampai tanggal 9, tapi belum ada kepastian juga tanggal 9 itu bisa terbang atau tidak," ujarnya.
Kondisi itu membuat rombongan yang berjumlah 14 orang ini harus memperpanjang masa tinggal di Surabaya. Mereka diperkirakan harus menginap 2 malam lagi sembari menunggu kepastian penerbangan.
Menurut Tata, rombongan sebenarnya telah mencari opsi penerbangan lain agar bisa segera pulang ke Pangkalan Bun. Namun, harga tiket yang tersedia sudah melonjak hingga lebih dari Rp 2 juta per orang.
"Ada tiga penerbangan alternatif, tapi harganya sudah lebih dari Rp 2 juta per orang. Kami juga belum tahu apakah tersedia dan apakah bisa dilakukan pergantian pesawat," jelasnya.