Selain persoalan tiket, rombongan juga harus memikirkan biaya tambahan untuk penginapan dan konsumsi selama tertahan di Surabaya. Mereka juga harus kembali mengurus izin dari tempat kerja karena jadwal kepulangan mengalami perubahan.

"Kami harus bertahan, mengeluarkan biaya lagi, harus izin kerja lagi. Sampai saat ini belum ada kepastian," keluh Tata.

Rombongan PWKI Sukamara berharap ada kepastian dari pihak maskapai soal jadwal penerbangan. Sebab, mereka masih belum mengetahui kapan bisa kembali ke Pangkalan Bun.

"Kami masih terlunta-lunta. Belum tahu nasib kami kapan bisa pulang," pungkasnya.