NADIKABAR.COM — Peta yang mengkhawatirkan dari Climate Impact Lab menunjukkan Super El Nino akan menyebabkan kematian akibat panas tambahan terbanyak seiring dengan meningkatnya anomali cuaca di Pasifik.

Menurut peta apokaliptik yang disebut El Nino Heat Mortality Tracker, lebih dari 373 ribu kematian tambahan (additional deaths) akan terjadi Oktober 2026 hingga Maret 2026, dengan Nigeria, India, dan Brasil menyumbang sepertiga dari jumlah korban jiwa.

Hal ini terjadi karena sistem cuaca anomali yang diukur berdasarkan suhu permukaan laut, menyebabkan suhu air di wilayah Nino 3.4 di Pasifik Timur-Tengah mencapai 3,4 derajat Celcius lebih hangat dari biasanya untuk pekan tanggal 18-24 Oktober.

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO), fenomena ini dapat menyebabkan suhu melonjak hingga lebih dari enam kali lipat suhu El Nino biasa antara bulan November dan Januari.