Asam sulfat merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam proses produksi pupuk. Dalam proses produksinya terdapat tahapan penyaringan belerang cair untuk menghasilkan bahan yang bersih dan memenuhi standar mutu.
Melalui inovasi tersebut, silika hasil samping produksi aluminium fluorida kini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan penyaring dalam proses tersebut.
Pemanfaatan silika ini memberikan manfaat ganda bagi perusahaan. Selain mengoptimalkan produk samping agar memiliki nilai guna, inovasi tersebut juga mengurangi kebutuhan terhadap bahan penyaring dari pihak lain serta berpotensi menekan biaya proses produksi.
Dari sisi ekonomi, menurut Daconi pemanfaatan silika sebagai alternatif bahan penyaring diproyeksikan mampu memberikan potensi penghematan hingga sekitar Rp259,6 juta per tahun.
Efisiensi tersebut berasal dari pengurangan kebutuhan pembelian diatomaceous earth serta optimalisasi pemanfaatan produk samping silika yang sebelumnya membutuhkan pengelolaan dan penyimpanan tersendiri.