NADIKABAR.COM — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Kamojang mematahkan anggapan kerusakan lingkungan akibat proyek panas bumi dengan menerapkan sistem operasi ramah lingkungan berbasis zero waste.
"Bicara Kamojang, sekarang wilayah konsesi kami itu 45.000 hektar. Yang kami pakai saat ini lebih kurang 110 hektar. Artinya hanya 0,2 persen untuk lima pembangkit sebesar 235 megawatt," kata General Manager PGE Area Kamojang Albertus Novi Purwono di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa.
Penggunaan lahan yang terbilang sangat minim tersebut dapat dicapai berkat penerapan teknologi pemboran berarah (directional drilling) pada puluhan sumur produksi.
"Di permukaan jarak antarsumur sekitar tujuh meter. Tetapi di dalam, dia tidak hanya tegak, tapi ke segala arah, ke seluruh penjuru mata angin," ujar Novi.