Melalui metode pemboran tersebut, sebanyak 98 sumur panas bumi di area Kamojang dapat dikelompokkan hanya ke dalam 38 klaster sehingga area permukaan hutan yang perlu dibuka menjadi sangat terbatas.

Selain efisiensi lahan, PGE Kamojang juga menerapkan sistem sirkulasi tertutup (closed-loop system) untuk mengembalikan fluida yang telah digunakan memutar turbin kembali ke dalam perut bumi.

"Siklusnya ini tertutup. Air dipanaskan jadi uap, uap mutar turbin, lalu didinginkan kembali untuk diinjeksikan lagi ke sumur injeksi," kata Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho.