"Program konversi ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan manfaat BBG, baik dari sisi efisiensi maupun penggunaan energi yang lebih bersih. Namun, agar pemanfaatannya dapat berkelanjutan, kami juga perlu memastikan adanya dukungan teknis, standar keselamatan, serta layanan yang memadai bagi para pengguna," ungkap Santiaji.

Menurutnya, penggunaan gas bumi di sektor transportasi masih memiliki ruang untuk dikembangkan. PGN Gagas juga berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan layanan kendaraan BBG.

"Tidak hanya mendukung proses konversi, kami juga ingin memastikan para pengguna mendapatkan layanan purnajual yang memadai. Ketersediaan perawatan dan servis menjadi bagian penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap BBG sebagai alternatif energi di sektor transportasi," jelasnya.

Penanggung jawab Administrasi Lapangan Komunitas Mobil Gas (Komogas), Riko, mengatakan program konversi tersebut membantu pengemudi taksi online yang memiliki intensitas penggunaan kendaraan cukup tinggi.

"Bantuan konversi kit BBG secara gratis ini sangat berarti bagi para pengemudi online. Biaya pemasangan konverter secara mandiri cukup besar, sehingga program ini membuka kesempatan untuk beralih menggunakan BBG dengan lebih mudah," ujarnya.

Riko mengatakan efisiensi biaya bahan bakar menjadi salah satu manfaat yang dirasakan dari penggunaan BBG.

"Keuntungan yang paling dirasakan tentu dari sisi ekonomi karena terdapat selisih biaya yang cukup besar tim redaksi penggunaan BBM dan BBG. Selain itu, pembakaran dengan BBG lebih bersih, sehingga dapat memberikan manfaat bagi penggunaan dan perawatan mesin," pungkas Riko.