Manfaat tersebut salah satunya dirasakan Muslihudin, pengemudi bajaj yang telah menggunakan BBG sejak 2014. Dengan aktivitas berkendara sejak pagi hingga malam hari, penggunaan BBG membantunya menekan biaya bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Efisiensi serupa juga dirasakan pengguna mobil BBG yang berprofesi sebagai pengemudi taksi online bandara. Dengan jarak tempuh yang relatif tinggi setiap harinya, penggunaan BBG pada kendaraannya dapat memberikan penghematan biaya bahan bakar hingga sekitar Rp 5 juta per bulan.
Pemanfaatan gas bumi dalam City Gas Tour juga ditunjukkan melalui food truck berbahan bakar CNG. Kendaraan ini menggunakan gas bumi tidak hanya untuk bahan bakar kendaraan, tetapi sekaligus untuk memenuhi kebutuhan energi dalam kegiatan memasak.
Direktur Operasi PGN Solution Agoeng Pratomo Noegroho mengatakan, penggunaan CNG pada food truck mampu memberikan efisiensi sekitar 40% untuk bahan bakar kendaraan, sementara untuk kebutuhan bahan bakar kompor, efisiensinya dapat mencapai 60%.
"Penggunaan CNG sebagai bahan bakar food truck dapat memberikan efisiensi sekitar 40%. Sementara untuk kebutuhan bahan bakar kompor food truck, bisa hemat hingga 60%," jelas Agoeng.
PGN Solution juga terus mengembangkan fungsi food truck agar manfaatnya semakin luas. Selain untuk kegiatan usaha dan edukasi, kendaraan tersebut kini dapat difungsikan sebagai kendaraan emergency untuk mendukung kebutuhan di wilayah-wilayah terpencil.
Pengembangan pemanfaatan BBG juga didukung melalui penguatan ekosistem dan layanan bagi pengguna kendaraan gas. Direktur Utama (Dirut) PT Gagas Energi Indonesia Santaji Gunawan mengatakan, salah satunya diwujudkan melalui penyediaan bengkel keliling BBG yang berkolaborasi dengan Komogas.