NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Aceh, memperjuangkan penyelamatan 81 situs warisan sejarah di kabupaten tersebut serta meminta dukungan serius Kementerian Kebudayaan RI

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Senin, mengatakan bencana hidrometeorologi akhir November 2025 tidak hanya meninggalkan kerusakan rumah warga, lahan pertanian dan infrastruktur, tetapi juga mengancam warisan sejarah yang menjadi identitas peradaban masyarakat.

"Kami terus memperjuangkan penyelamatan situs warisan sejarah. Ada sebanyak 81 situs yang perlu diselamatkan dan sebagian besar ikut terdampak bencana banjir bandang tahun lalu," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Sibral Malasyi saat menerima kunjungan kerja Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI Bambang Wibawarta.

Bupati Sibral juga mendorong keterlibatan serius pemerintah pusat dalam menyelamatkan puluhan situs cagar budaya dan warisan sejarah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Kunjungan tersebut dalam rangka konsolidasi Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Bidang Kebudayaan Tahun Anggaran 2026.