Tak hanya kepada rakyatnya, Menteri HAM menuturkan di beberapa negara otoriter terdapat pula pembungkaman terhadap media massa, organisasi sipil, hingga media sosial.

Berbeda dengan di Indonesia, ujarnya, di mana pendapat, tuntutan, kritikan, maupun dukungan dari publik bisa mendapatkan respons langsung dari Presiden.

"Bahkan sampai aktivis Andrie Yunus yang mendapat kekerasan, Presiden sendiri menyampaikan pendapat langsung bahwa itu adalah tindakan dan perbuatan terorisme," tuturnya.

Dalam sejarah Republik Indonesia, termasuk saat aktivis Munir Said Thalib Munir dibunuh, Pigai mengatakan tidak ada satu pun presiden RI yang menyampaikan pendapat atau mengecam tindakan pembunuhan.