"Tadi ada ormas yang mau masuk ke dalam, mungkin membantu pemasangan papan bicara. Namun situasi tidak memungkinkan sehingga ada penolakan dari warga," ujar Kombes Arya Perdana kepada wartawan, Rabu (9/9).

Penolakan itu kemudian berujung tawuran dan jalanan sempat diblokade massa. Perang kelompok semakin memanas lantaran massa saling serang menggunakan batu hingga bom molotov.

"Ini jadi ada bentrokan. Kita jaga ketertiban, kami upayakan agar bisa masuk ke dalam jangan sampai ada bentrokan agar situasi kondusif," katanya.

"Jadi memang sempat ada pelemparan panah busur, batu dan sebagainya, bahkan ada kendaraan yang terbakar tadi. Sekarang situasi sudah kondusif," ungkap Arya.