NADIKABAR.COM — Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu Pusat Tri Suswanti Tito Karnavian memperkuat kesadaran hukum dan transformasi posyandu lewat edukasi ke kader di Provinsi Bali.
"Kita sebagai kader PKK dan kader posyandu yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, tentunya harus punya bekal bagaimana penanganan dari hal-hal apabila terjadi di lingkungan kita," ucap Tri Suswanti di Denpasar, Rabu.
Ia menjelaskan, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak usai mengangkat isu perlindungan hukum perempuan dan anak di Markas Besar PBB pada Maret 2026.
Pencegahan dinilai jauh lebih esensial karena berbagai insiden kekerasan fisik, psikis, maupun verbal masih kerap terjadi di ruang publik maupun lingkungan rumah tangga.
"Memang pencegahan itu lebih penting daripada kalau sudah terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Tri.
Ia turut menyoroti pergeseran nilai sosial di masyarakat di mana warga sering enggan membantu korban pelecehan di transportasi umum karena takut direpotkan proses hukum sebagai saksi.
Kader PKK Provinsi Bali kemudian didorong untuk terus menggerakkan kepedulian publik agar masyarakat berani membela korban tanpa ragu menghadapi prosedur kepolisian.
Penanganan khusus juga ditekankan bagi kasus kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa anak-anak karena mereka belum memiliki kemampuan hukum untuk melaporkan kerabatnya sendiri.
Selain membahas kesadaran hukum, transformasi pelayanan kemudian berlanjut pada penguatan program posyandu yang kini mencakup enam layanan dasar minimal secara menyeluruh.
Sosialisasi registrasi posyandu melalui Sistem Informasi Posyandu (SIP) digencarkan untuk mengoptimalkan pendataan kesehatan di tingkat desa.
Atas sosialisasi ini, Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Bali Putri Suastini Koster menyambut hangat kehadiran jajaran pengurus pusat serta mengapresiasi penyerahan bantuan fasilitas sanitasi toilet umum untuk 10 desa.
"Kami sangat bersyukur, berbahagia sekali Ibu bisa hadir di sini, dan selanjutnya kami mohon kepada anak-anak dan ibu semua, pengurus PKK, pengurus posyandu, untuk bersama-sama kita mengikuti sampai selesainya acara," tutur Putri Koster.
Rangkaian kegiatan di Bali ini ditutup dengan persiapan rapat koordinasi penguatan tata kelola bersama pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan program hingga ke pelosok masyarakat.