Hasil tersebut didasarkan pada teknik yang disebut metode titik-lingkaran atau point-circle method (PCM). Ini pada dasarnya sebuah persamaan matematika yang menganggap orbit dua planet berbentuk lingkaran, konsentris, dan koplanar (berada pada bidang yang sama), lalu menghitung jarak rata-rata antara kedua planet tersebut saat mengelilingi Matahari.

"Melalui PCM, kami mendapati bahwa jarak antara dua benda yang sedang mengorbit mencapai titik minimum ketika orbit bagian dalam berada pada titik minimumnya," ujar tim penulis.

Pengamatan tersebut menghasilkan apa yang mereka sebut sebagai whirly-dirly corollary (dinamai berdasarkan salah satu episode kartun Rick and Morty), Untuk dua benda dengan orbit yang kurang lebih koplanar, konsentris, dan berbentuk lingkaran, jarak rata-rata antara kedua benda tersebut akan berkurang seiring dengan mengecilnya jari-jari orbit bagian dalam.

"Dari kesimpulan ini, serta dari tabel yang ada, terlihat jelas bahwa Merkurius (dengan jari-jari orbit rata-rata 0,39 AU) -- bukan Venus (jari-jari rata-rata 0,72 AU) -- adalah planet yang secara rata-rata paling dekat dengan Bumi," simpul mereka.

AU adalah singkatan dari astronomical unit atau satuan astronomi, yaitu jarak antara Bumi dan Matahari.