Untuk menguji hipotesis mereka, mereka membuat simulasi komputer yang melacak posisi keempat planet tersebut selama kurun waktu 10.000 tahun dan menghitung jarak rata-rata di antara mereka. Hasil simulasi ini berbeda hingga 300% dari perhitungan tradisional. Perhitungan tradisional diperoleh dengan mengurangi jari-jari rata-rata orbit bagian dalam dari jari-jari rata-rata orbit bagian luar. Namun, hasilnya hanya berbeda 1% dari perhitungan PCM.

Simulasi tersebut menemukan bahwa jarak rata-rata antara Bumi dan Venus adalah 1,136 satuan astronomi (0,28 menurut metode lama). Sebagai perbandingan, jarak rata-rata antara Bumi dan Merkurius adalah 1,039 satuan astronomi (0,61 menurut metode lama).

Hipotesis ini belum diajukan dalam makalah yang melalui tinjauan sejawat (peer-review) dan pastinya akan menjalani pemeriksaan mendalam oleh para ahli di bidangnya. Kendati demikian, para penulis telah mencatat beberapa kemungkinan kegunaan bagi persamaan PCM yang mereka rancang ini.

"Dengan asumsi yang tepat, PCM mungkin dapat digunakan untuk memperoleh perkiraan cepat mengenai jarak rata-rata antara benda-benda langit yang mengorbit," tulis tim peneliti.

"Metode ini mungkin berguna untuk memperkirakan jarak relai komunikasi satelit secara cepat, mengingat kekuatan sinyal berkurang sebanding dengan kuadrat jarak. Bagaimanapun juga, setidaknya kini kita tahu bahwa Venus bukanlah tetangga terdekat kita, melainkan Merkurius-lah tetangga terdekat bagi semua planet tersebut," tandasnya.