"Integrasi PLTS dan BESS memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel. Dengan sistem penyimpanan energi, pasokan listrik dari PLTS dapat dikelola lebih optimal sehingga keandalan sistem tetap terjaga sekaligus memberikan potensi efisiensi biaya penyediaan listrik," kata Julita.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan pengembangan energi terbarukan perlu diikuti dengan penguatan industri pendukung dan kemampuan teknis di dalam negeri.

"Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, dan membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat regional," ujar Bernadus.

Selain proyek PLTS dan BESS, PLN Indonesia Power Group juga menjalankan dua kerja sama di bidang pemeliharaan dan perbaikan aset pembangkit atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

Anak usaha PLN Indonesia Power, PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services), bekerja sama dengan PT ABB Sakti Industri untuk pemeliharaan dan pengadaan generator, motor, serta Variable Speed Drive (VSD)/inverter.

Kerja sama tersebut mencakup pemeliharaan dan perbaikan peralatan, penyediaan produk dan suku cadang ABB, serta life assessment generator dan motor.