"Nilai investasinya kurang lebih di angka 300 juta US Dolar ya. Kalau dikonversi ke rupiah, anggap saja sekitar berapa sekarang ya? 16 atau 17 ribu ya. Nah, tinggal dikalikan aja itu," ungkap Dwi.
"Kemudian di 2031 baru di-launching atau di-COD-kan commercial of date menghasilkan listrik yang dihubungkan dengan transmisi Jamali, Jawa Madura Bali," imbuhnya.
Dwi mengakui akan ada kekurangan yang dihasilkan dari proyek ini, namun menurutnya masih lebih banyak dampak positifnya. Pihaknya juga akan mengedepankan langkah dialogis agar kepentingan semua masyarakat dapat terakomodir.
"Setiap kegiatan pasti masih ada hal kekurangannya. Tapi kalau kita selalu mempermasalahkan itu nanti enggak jalan gitu ya. Padahal efek positifnya lebih gede sebetulnya. Nanti akan kita kehilangan momen itu. Mungkin kayak air lah saya jawab ya, nanti air yang dari bawah itu kan di flushing lagi, dikembalikan lagi ke dalam," kata Dwi.
"Masyarakat mboten usah resah gitu ya. Karena kegiatan ini tadi saya sampaikan kan kalau nanti ini lancar COD-nya, commercial of date-nya baru di 2031, ini fasenya cukup panjang. Nah, tentunya ini juga apa upaya-upaya terkait dengan yang tadi dipertanyakan, tentu akan dilaksanakan. Karena di dalam fase izin lingkungan saya kira sudah cukup ketat bagaimana suara aspirasi dari masyarakat juga menjadi bagian terpenting untuk bisa dilaksanakan," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) izin panas bumi kepada PT PLN (Persero) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran.
Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8).
"Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri karena telah merilis penerbitan SK untuk Izin Panas Bumi yang nanti akan diberikan untuk wilayah kerja panas bumi Gunung Ungaran, nanti akan diberikan kepada PLN, dan wilayah kerja panas bumi Telaga Ranu diberikan kepada PT Telaga Ranu Geothermal," ujar Eniya dihimpun dari keterangan resmi.