"Melalui pertemuan kelompok mingguan kami juga menghadirkan pendampingan dan edukasi, termasuk literasi keuangan, agar perempuan prasejahtera mampu mengelola usahanya dengan lebih baik. Kami berharap semangat pemberdayaan ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan di desa," kata Kindaris.

Kesamaan fokus terhadap pemberdayaan perempuan juga menjadi kekuatan tersendiri dalam kerja sama ini. PNM melalui program Mekaar mendampingi perempuan prasejahtera untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sementara itu, ABPEDNAS memiliki komunitas Srikandi Jaga Desa yang turut mendorong peran perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Kesamaan basis komunitas ini membuka peluang sinergi untuk memperluas edukasi, memperkuat jejaring, serta mengoptimalkan potensi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan lingkungan.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang juga merupakan Dewan Pembina ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi, dan pengurus ABPEDNAS lainnya.