NADIKABAR.COM — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero) menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Hal itu dilakukan untuk memperkuat literasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Selain itu, kolaborasi tersebut merupakan bentuk dukungan untuk memperkuat ekonomi masyarakat mulai dari tingkat desa. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

Dengan adanya penandatanganan MoU ini, PNM bersinergi dengan tiga asosiasi terbesar di Indonesia yang memiliki anggota kurang lebih 1,2 juta yaitu Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat Indonesia (ASLINMAS), ABPEDNAS, dan Srikandi Jaga Desa.

Kolaborasi ini menempatkan literasi sebagai pintu masuk pemberdayaan. Upaya ini selanjutnya diperkuat dengan pemetaan potensi dan aspirasi desa, serta pendampingan kelompok usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Selain itu, edukasi juga akan diberikan mengenai pencegahan, deteksi dini, serta pendampingan hukum agar masyarakat prasejahtera di Indonesia sadar akan persoalan hukum.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa Prof. Reda Manthovani menyampaikan kolaborasi lintas lembaga menjadi penting untuk memastikan agenda pembangunan desa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Mari bersama-sama menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto khususnya Asta Cita keempat dan keenam, membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," ujar Reda dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).

Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan kolaborasi ini sejalan dengan pendekatan pemberdayaan yang selama ini dijalankan PNM melalui program Mekaar. Menurutnya, pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan dan kapasitas nasabah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

"Melalui pertemuan kelompok mingguan kami juga menghadirkan pendampingan dan edukasi, termasuk literasi keuangan, agar perempuan prasejahtera mampu mengelola usahanya dengan lebih baik. Kami berharap semangat pemberdayaan ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan di desa," kata Kindaris.

Kesamaan fokus terhadap pemberdayaan perempuan juga menjadi kekuatan tersendiri dalam kerja sama ini. PNM melalui program Mekaar mendampingi perempuan prasejahtera untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sementara itu, ABPEDNAS memiliki komunitas Srikandi Jaga Desa yang turut mendorong peran perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Kesamaan basis komunitas ini membuka peluang sinergi untuk memperluas edukasi, memperkuat jejaring, serta mengoptimalkan potensi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan lingkungan.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang juga merupakan Dewan Pembina ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi, dan pengurus ABPEDNAS lainnya.