NADIKABAR.COM — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menargetkan sebanyak 1,7 juta perempuan prasejahtera menerima pembiayaan melalui program Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) hingga akhir 2026 dengan dukungan subsidi bunga dari pemerintah.
Direktur Utama PNM Kindaris dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi perempuan yang menjalankan usaha mikro maupun yang berencana memulai usaha.
Program KPPS menawarkan suku bunga atau margin sebesar 8 persen flat per tahun. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan subsidi bunga sebesar Rp2,62 triliun pada 2026.
"Upaya ini juga dilengkapi pendampingan usaha, literasi keuangan, serta peningkatan kapasitas agar nasabah tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usahanya secara berkelanjutan," ucap Kindaris.