Para siswa dan mahasiswa ini melakukan aksi protes atas kondisi kekurangan guru, bangunan sekolah yang bobrok, dan kurangnya bahan ajar. Menurut Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, polisi telah menangkap 2.000 orang dan puluhan orang terluka, termasuk 40 kepala sekolah menengah atas.

Lebih lanjut, kebakaran terjadi di dua sekolah menengah atas pada Kamis (1/10). Sementara para guru dilaporkan secara tidak sengaja terkena bensin di sekolah ketiga di kota Marseille.

Kemudian satu mobil dibakar di kota Strasbourg. Sementara polisi anti huru hara bentrok dengan para pemuda di Toulouse.

Di wilayah tenggara Auvergne-Rhone-Alpes, pihak berwenang mengklaim bahwa kerusakan telah terjadi di wilayah yurisdiksi mereka saja telah menimbulkan kerugian 25 juta euro atau Rp 503,25 miliar. Wilayah Ile de France yang meliputi Paris memperkirakan kerusakan sekitar 7 juta euro atau Rp 140,91 miliar.