NADIKABAR.COM — Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Binghamton University, menyebutkan sarapan sehat ditambah olahraga, serta tidur malam yang cukup merupakan kunci untuk menghadapi stres.

Profesor studi kesehatan dan kebugaran sekaligus penulis utama penelitian tersebut Lina Begdache, PhD mengatakan temuan baru dalam penelitian ini adalah pola makan dan gaya hidup tidak hanya membuat seseorang tangguh dengan sendirinya.

“Keduanya membantu membangun fleksibilitas psikologis yang kemudian menjadikan seseorang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan,” kata Begdache sebagaimana dilaporkan laman RealSimple, Sabtu (24/10) waktu setempat.

Penelitian tersebut mengeksplorasi konsep “fleksibilitas psikologis”, yakni kemampuan untuk menyesuaikan pikiran, emosi, dan perilaku terhadap perubahan keadaan secara sehat dan seimbang.

Para peneliti melakukan survei anonim terhadap 400 mahasiswa dengan mengajukan pertanyaan mengenai pola makan, tidur, olahraga, dan berbagai faktor gaya hidup lainnya.

Hasilnya menunjukkan bahwa kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten, seperti sarapan lima kali atau lebih dalam seminggu, tidur setidaknya enam jam setiap malam, berolahraga selama 20 menit atau lebih setiap hari, hingga mengonsumsi minyak ikan setiap hari, berkaitan dengan peningkatan fleksibilitas psikologis dan ketahanan mental.

Lina Begdache, PhD, profesor studi kesehatan dan kebugaran sekaligus penulis utama penelitian tersebut mencontohkan seseorang yang tetap tenang saat berada di bawah tekanan. Misalnya, orang yang ketinggalan pesawat dan bukannya panik, justru mampu menyesuaikan diri dengan situasi secara tenang.

“Orang tersebut mungkin tetap merasa stres, tetapi lebih mampu mengelolanya berkat fleksibilitas psikologis,” kata Lina Begdache.

Sebaliknya, orang dengan fleksibilitas psikologis rendah dikaitkan dengan kebiasaan yang lebih merugikan, seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji dan kurang tidur. Ketika mengalami stres, kata Begdache, merasa seolah-olah menyatu dengan stres tersebut.

“Kita seakan-akan menjalani stres itu sepenuhnya. Namun, fleksibilitas psikologis ibarat mengambil langkah mundur dan berpikir, ‘saya merasakan ini karena hal tersebut. Apa yang bisa saya lakukan?’. Mengenali emosi terkadang membantu kita menemukan solusi atas emosi yang dirasakan,” kata Begdache.

Kemampuan untuk secara proaktif mengenali emosi dan menentukan apakah suatu masalah memiliki solusi sering kali dikaitkan dengan orang-orang yang menjalani rutinitas sehat secara konsisten.

Sebagai contoh, seseorang yang selalu sarapan setiap hari dan rutin berolahraga kemungkinan memiliki kemampuan untuk mengambil jarak dari suatu masalah, memahami persoalan yang dihadapi, serta memproses perasaan yang muncul. Hal ini karena kebiasaan sehat tersebut berkaitan dengan fleksibilitas psikologis.

Oleh karena itu, jika ingin meningkatkan kemampuan mengelola emosi, mulailah dengan menambahkan kebiasaan sederhana ke dalam rutinitas harian, yaitu mengonsumsi sarapan sehat.

Penerjemah: Sri Dewi Larasati