"AE dia yang mempromosikan situs melalui media sosial sekaligus sebagai talent atau pemeran pornografi. Sedangkan BU penyedia dan pengelola platform website yang dipakai untuk live pornografi," tuturnya.

Dalam pengungkapan ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti elektronik, mulai dari belasan telepon seluler, laptop, hingga router internet. Selain itu, penyidik juga mengamankan puluhan rekaman video pornografi, kartu ATM, serta pakaian yang diduga digunakan para tersangka saat beraksi.